Terkini.News | Batam — Pernyataan Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Li Claudia Chandra, dalam forum bersama insan pers di Gedung Marketing BP Batam, Rabu (26/8/2026), menuai sorotan. Li meminta pimpinan media menentukan sikap, terkait kelanjutan kerja sama dengan pemerintah.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika Li menanggapi pemberitaan media yang dinilainya terlalu banyak mengkritik pemerintah. Bahkan, ia secara terbuka meminta perwakilan dan pimpinan media untuk menjawab apakah masih ingin melanjutkan kerja sama atau hubungan diputus pada hari itu juga.
“Masih mau kerja sama nggak? Katakan di sini. Kalau nggak, selesai kita hari ini, putus hubungan kita. Putus hubungan, putus pertemanan,” kata Li dalam forum tersebut.
Padahal, pertemuan itu sebelumnya disebut sebagai ruang diskusi dan silaturahmi untuk memperkuat hubungan antara BP Batam, Pemerintah Kota Batam, dan insan pers. Li bahkan sempat meminta media menjalankan fungsi sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat dengan menyajikan informasi pembangunan secara transparan, akurat, berimbang, dan objektif.
Namun, suasana berubah ketika pembahasan masuk pada pemberitaan yang dianggap menyerang dirinya, maupun Wali Kota Batam Amsakar Achmad. Li mengaku keberatan apabila media yang telah menjalin kerja sama justru memberitakan pemerintah secara kritis.
“Satu doang media yang goreng Ibu Li. Kok ketakutan? Gua tetap kerja, kalian harus kerja terus kasih lihat masyarakat,” ujarnya.
Li juga mempersoalkan pemberitaan yang menurutnya, hanya menonjolkan sisi negatif pemerintah, sementara berbagai capaian BP Batam tidak mendapatkan sorotan yang seimbang. Ia membandingkan pemberitaan media nasional yang dinilainya banyak mengapresiasi kinerja BP Batam dengan pemberitaan media lokal.
“Di nasional, kementerian semua teman-teman saya. BP Batam luar biasa, tidak minta APBN. Tapi berita nasional yang mengangkat. Di kita, nggak ada tuh,” katanya.
Ia bahkan mengaku sakit hati, ketika media yang sudah bekerja sama justru membuat pemberitaan kritis. Menurut Li, kritik tetap dapat disampaikan, tetapi hubungan kerja sama semestinya juga dijaga. “Kalau tidak kerja sama, saya nggak peduli dia mau goreng. Tapi kalau kerja sama, sakit hatinya,” ujarnya.



