Terkini.News | Malang — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat memperkuat komitmen peningkatan mutu pendidikan madrasah melalui kegiatan kunjungan dan berbagi praktik baik ke MAN 2 Kota Malang, Selasa (26/8). Kegiatan yang berlangsung di Aula Utama MAN 2 Kota Malang mulai pukul 14.00 WIB tersebut menjadi ruang strategis untuk memperluas wawasan, membangun jejaring kelembagaan, sekaligus mengidentifikasi berbagai inovasi yang dapat diadaptasi oleh madrasah di Jawa Barat.
Sebanyak 77 kepala madrasah dari satuan kerja (satker) Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka tidak sekadar mengikuti agenda seremonial, tetapi berkesempatan memperoleh gambaran langsung mengenai tata kelola kelembagaan, inovasi pembelajaran, pengembangan potensi peserta didik, penguatan prestasi akademik dan nonakademik, serta strategi membangun budaya mutu di lingkungan madrasah.
Rombongan Satker Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat dipimpin Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, H. Dudu Rohman, S.Ag., M.Si. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa praktik baik dari satuan pendidikan lain perlu ditempatkan sebagai sumber pembelajaran untuk kemudian dikembangkan sesuai karakteristik dan kebutuhan masing-masing madrasah.
“Semoga seluruh satker Jawa Barat bisa mengambil inspirasi dari MAN 2 Kota Malang ini. Apa yang disampaikan dan kami pelajari hari ini tentu akan menjadi bekal untuk merumuskan strategi yang luar biasa,” ujar Dudu Rohman.
Menurutnya, peningkatan kualitas madrasah tidak cukup dilakukan melalui pendekatan administratif, tetapi membutuhkan proses pembelajaran organisasi yang berkelanjutan. Karena itu, pertukaran pengalaman antarmadrasah dinilai penting untuk mempercepat munculnya gagasan baru dalam pengelolaan pendidikan.
“Harapannya, berbagai inovasi pembelajaran yang ada di sini dapat menginspirasi dan memberikan manfaat bagi perkembangan peserta didik di Jawa Barat,” katanya.
Kunjungan tersebut juga memperlihatkan bahwa transformasi pendidikan madrasah membutuhkan kemampuan lembaga dalam mengintegrasikan kualitas pembelajaran, pengembangan karakter, prestasi, kepemimpinan, serta kolaborasi seluruh warga madrasah. Praktik baik yang berhasil diterapkan di satu lembaga dapat menjadi referensi, namun tetap membutuhkan adaptasi agar sesuai dengan kondisi sosial, sumber daya, dan kebutuhan peserta didik di masing-masing daerah.
Perwakilan MAN 1 Bogor, Dr. H. Sofwan Iskandar, M.Ud., menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai kunjungan ke MAN 2 Kota Malang memberikan pengalaman dan perspektif baru yang dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus pengembangan program madrasah.
Menurutnya, forum berbagi praktik baik seperti ini memiliki nilai strategis karena memungkinkan para pengelola madrasah melihat secara langsung bagaimana sebuah lembaga pendidikan membangun sistem, mengembangkan inovasi, serta mengelola potensi peserta didik hingga menghasilkan berbagai prestasi.



