Terkini.News | Bogor — Kawasan Riung Sauyunan, Arca Domas, Tapos I, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, menjadi saksi kebersamaan dan penghormatan terhadap budaya leluhur, Minggu (23/8/2026). Komara Sunda menggelar kegiatan silaturahmi bertajuk "Ngopi Bareng" sekaligus tawasul dan temu kangen seluruh anggota.
Ketua Komara Sunda, iyan saat ditemui awak media menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran seluruh elemen persaudaraan Sunda.
"Kegiatan hari ini bertajuk Ngopi Bareng, dan Alhamdulillah sudah terlaksana dengan baik sekaligus bersilaturahmi. Seluruh undangan dari Komara Sunda hadir, di antaranya Resi Itabagus, Romo Tomiyunus, dan yang lainnya juga hadir semua. Di sini kita melaksanakan tawasul sekaligus temu kangen dengan seluruh anggota," ujar Iyan.
Lebih dari sekadar pertemuan, kegiatan ini menjadi momen untuk meneguhkan kembali jati diri dan nilai-nilai luhur Kasundaan. Iyan menekankan filosofi leluhur yang menjadi pedoman hidup masyarakat Sunda.
"Kita dari Kasundaan ini berkibrah dan teguh terhadap apa yang menjadi jati diri Sunda. Kita memaknai filosofi leluhur: Hana huni hana mangke, moal aya ayena mun eweh bahela — ada yang hidup ada yang akan datang, tidak ada masa kini tanpa masa lalu. Ayana ayena, ayana bahela, moal aya ayena mun eweh bahela — keberadaan masa kini bersumber dari masa lalu, tidak ada hari ini tanpa kemarin. Semua itu adalah wewarah siwi karuhun, wewarah siwi Siliwangi, yang sangat mencintai tanah Sunda dan Kasundaan," jelasnya
Arca Domas dan Gunung Salak, Pusat Peradaban Kuno
Iyan juga menegaskan pentingnya kawasan Arca Domas dan Gunung Salak sebagai pusat peradaban kuno yang sangat bersejarah.
"Harapan ke depannya, kita akan terus meningkatkan upaya penataan, penelitian, dan penemuan situs-situs yang belum terungkap. Gunung Salak adalah tempat sebaran situs yang sangat luas dan dianggap sebagai tetenger. Arca Domas ini adalah salah satu titik munculnya peradaban — baik Sunda Galuh, Nusantara, hingga Majapahit pun berakar dari sini. Peradaban ini melebar dari sini ke Gunung Padang, lalu ke Sanghiang Sirah," paparnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat semangat pelestarian budaya dan situs cagar budaya di wilayah Kabupaten Bogor, serta menumbuhkan kesadaran masyarakat akan kekayaan sejarah leluhur yang luar biasa.


